BAB
I
PENDAHULUAN
Alhamdulillah,puji
syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT,berkat nikmat,taufiq dan
hidayah-ny sehingga makalah ini bisa selesai.sholawat dan salam semoga
terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.
Di Indonesia islam
masuk dengan cara yang ramah,damai,dan tidak menggunakan kekerasan.Namun
demikian belum semua orang yang mengaku islam benar-benar mengerti dan
mengamalkan ajaran agamanya dengan baik dan benar.
Dalam rangka
pegnembangan dakwah dan menjadikan umat islam mengerti secara mendalam tentang
ajaran islam,maka didirikan pondok pesantren.Pondok pesantren merupakan
satu-satunya lembaga pendidikan dan dakwah islam pada zaman sekarang sekaligus pendalaman
agama bagi pemeluknya yang secara terarah.Pengajaran di pondok pesantren yang
bersumber dari kitab salaf merupakan media pelestarian dan pengalaman ajaran
islam ASWAJA.
Dalam
makalah ini kami akan menguraikan tentang relevansi ASWAJA dan isu-isu pada zaman
moderen.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. RELEVANSI ASWAJA PADA ZAMAN MODEREN
Ahlussunnah Wal Jama’ah atau kepanjangan dari ASWAJA
merupakan istilah yang menjadi nama bagi golongan kaum muslimin yang memiliki
kesamaan dalam beberapa prinsip dan memiliki kesepakatan dalam beberapa
pandangan.Istilah tersebut datangnya dari kalangan ulama’ salaf yang saleh,sebagaimana kaum muslimin yang
mengikuti ajaran islam yang murni dan asli.
Relevansi ASWAJA di zaman moderen yaitu sesuatu yang
berhubungan dengan ASWAJA di zaman sekarang.Banyak sekali amaliah-amaliah
ASWAJA di zaman moderen ini.Ada beberapa amaliah yang mengenai keterkaitan
islam ASWAJA di zaman moderen ini,antara lain:
1.
Tradisi
Tahlilan
Tradisi tahlilan adalah sebuah tradisi ritual yang
komposisi bacaannya terdiri dari beberapa ayat al-Qur’an,tahlil,tasbih,dan
lain-lain.Hal tersebut kadang dilakukan secara bersama-sama kadang dilakukan
sendirian.Tradisi ini termasuk tradisi islam ASWAJA di zaman moderen,dan
mayoritas dilakukan oleh kalangan orang NU.
2.
Tradisi
Yasinan
Tradisi yasinan yaitu tradisi membaca surat yasin
yang dilakukan secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri.Tradisi ini biasanya
dilakukan setap malam jumat.Tradisi yasinan termasuk tradisi islam ASWAJA di zaman sekarang.
3.
Tradisi
Maulid Nabi
Setiap bulan robi’ul awal atau kalau orang jawa
menyebutnya bulan maulid,mayoritas kaum muslimin diberbagai belahan dunia
mengadakan perayaan maulid Nabi SAW.Dalam acara tersebut biasanya dibacakan
sejarah dan biografi kehidupan Nabi SAW.Syeikh Ibnu Taimiyah berkata dalam
kitabnya Iqtida’ al-Shirath al-Mustaqim:
Yang artinya; ’’Jadi mengagungkan maulid dan
menjadikan sebagai tradisi tidak jarang dilakukan oleh sebagian orang,dan ia
memperoleh pahala yang sangat besar,karena tujuannya baik serta sikapnya yang
mengagungkan Rasulullah SAW sebagaimana telah aku jelaskan sebelumnya’’.
4.
Tradisi
Manaqiban dan Haul
Manaqiban dan haul adalah tradisi pembacaan biografi
dan keutamaan para wali Allah yang menjadi panutan umat.Dalam acara tersebut
diawali dengan surat al-Fatihah dan pahalanya dihadiahkan untuk para wali Allah
tersebut,serta diselingi pembacaan ayat-ayat al-Qur’an dan zikir.Misalnya
tradisi manaqiban Syeikh Abdul Qadir al-Jilaini,pendiri tareqat Qadiriyah.
Di sisi lain para ulama’ juga menjelaskan,bahwa
dalam mengenang orang-orang saleh dapat menurunkan rahmat Allah.Al-Imam Sufyan
bin Uyainah salah seorang ulama’ salaf dan guru al-Imam Ahmad bin Hambal
berkata:
‘’Muhammad bin Hasan berkata,aku mendengar
Sufyan bin Uyainah berkata,ketika orang-orang saleh dikenang maka rahmat Allah
akan turun’’.
B. HUBUNGAN ISLAM ASWAJA DAN POLITIK DI ZAMAN SEKARANG
Pada kenyataannya sejarah menunjukkan bahwa islam
diyakini kebenarannya telah membantu para pemeluknya memahami realitas
kehidupan,sehingga realitas dapat sebagai subjek yang memberi corak dalam
perubahan dan dinamika bagi islam zaman sekarang.
Hubungan antara agama dan politik dimasa sekarang
ini dapat dilihat dan diamati dari kedudukan agama dan perannya dalam kehidupan
masyarakat.
Fikrah
ASWAJA An-Nahdliyah Di Zaman Sekarang
Perjalanan waktu membawa NU berinteraksi dengan
organisasi-organisasi lain yang memiliki karakter dan cara berpikir yang berbeda.Akibatnya
warga NU banyak yang kehilangan identitas ke-NU-annya.Banyak orang yang secara
formal masih mengatasnamakan warga nahdliyin,tetapi cara berpikirnya
tidak lagi mencerminkan karakteristik NU.Oleh karena itu,untuk menjaga
nilai-nilai historis dan tetap meneguhkan NU pada garis-garis perjuangannya.
Dalam merespon persoalan yang berkenaan dengan agama
maupun kemasyarakatan NU memiliki manhaj
ASWAJA sebagai berikut:
a.
fikrah
tawasuthiyyah(pola pikir moderat) artinya NU senantiasa bersikap tawazun(seimbang)dan
i’tidal(moderat)dalam menyikapi berbagai persoalan.
b.
fikrah
tasamuhiyyah(pola pikir toleran)artinya NU dapat
berdampingan secara damai dengan pihak yang lain walaupun akidah,cara berpikir dan budayanya
berbeda.
C.
ISU
ASWAJA PADA ZAMAN MODEREN
Dalam kamus
besar bahasa Indonesia isu berarti desas-desus atau masalah untuk di tanggapi.Sedangkan
kontemporer berarti masa kini.Jadi,isu kontemporer ASWAJA adalah masalah
mengenai Ahlussunnah Wal Jama’ah untuk di tanggapi saat ini.Di antara isu-isu
kontemporer tersebut ada 4 macam yang berkaitan dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah
saat ini,antara lain:
1.
ASWAJA dan
Sekularisme
Sekularisme
adalah sesuatu hal yang bersifat duniawi atau kebendaan.Jadi
sekularisme adalah pemikiran yang memisahkan agama dari kehidupan.Agama hanya
urusan ibadah yang terkait kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Karena
itulah,selayaknya kita menghadang laju sekularisme dan agen-agen komersialnya
dengan menancapkan interpretasi bahwa sejarah adalah bagian dari islam yang
punya spesifik selalu relevan dan dinamis mengikuti peradaban manusia.Sentral
pendidikan diharapkan bisa melahirkan kader pemikiran islam yang komprehensif.
2. ASWAJA
dan Kapitalisme
Kapitalisme atau
kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan
usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
Sistem ekonomi
islam memiliki pandangan bahwa seluruh harta yang ada di dunia ini sesungguhnya
milik Allah SWT,berdasarkan firman Allah yang berarti: ‘’Dan berikanlah kepada
mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakannya kepadamu’’(QS.An-Nur.33).
Dari ayat
tersebut dapat di pahami bahwa harta yang diberikan Allah kepada manusia adalah
merupakan pemberian dari Allah yang dikuasakan kepadanya.
3.
ASWAJA dan
Liberalisme
Dalam kamus
besar bahasa Indonesia liberalisme berarti satu aliran ketatanegaraan dan
ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi.
Paham liberal
adalah paham yang memahami nash-nash agama(al-Qur’an dan as-Sunnah)dengan
menggunakan akal pikiran yang bebas. Secara sistematis,liberalisasi
islam di Indonesia yang sudah dijalankan sejak awal tahun 1970-an,dilakukan
serempak melalui tiga bidang penting dalam sejarah islam,yaitu:
a)
Liberalisasi bidang akidah
Liberalisasi
akidh islam dilakukan dengan menyebarkan paham pluralisme agama.Jadi menurut
penganut paham ini,semua agama adalah jalan yang berbeda menuju Tuhan yang sama.Mereka
menyatakan,bahwa agama adalah persepsi relatif terhadap Tuhan yang
mutlak.Setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini bahwa agamanya
sendiri yang paling benar.
Kaum muslimin
telah sepakat untuk bersaksi bahwa tidak ada yang haq kecuali Allah dan Nabi
Muhammad adalah utusan Allah.Sedangkan apapun yang telah diketahui oleh seorang
muslim dan dia mantab terhadapnya,berarti dia telah merasa yakin
dengannya,bahwa Allah berkuasa atas apa yang dia kehendaki.
b)
Liberalisasi konsep wahyu al-Qur’an
Liberalisasi
islam tidak akan lengkap jika tidak menyentuh aspek al-Qur’an.Maka dari itu Ahlussunnah Wal Jama’ah mengajarkan bahwa
al-Qur’an adalah kalamullah,bahwa al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang
bebas dari kesalahan.
c)
Liberalisasi bidang syari’ah
Liberalisasi ini
menggunakan penyimpangannya,seperti mengharamkan maulid Nabi
SAW,sholawatan,zarah kubur,dan lain-lain.
4. ASWAJA
dan Pluralisme
Menurut
istilah,pluralisme adalah keadaan masyarakat yang majemuk(bersangkutan dengan
sistem sosial dan politiknya),baik dalam agama islam sendiri maupun agama
selain islam.Hal ini memunculkan sikap toleransi terhadap agama lain.
Namun situasi di
zaman moderen ini menganggap pluralisme memberi pemahaman bahwa pada dasarnya
semua agama adalah sama,sama-sama mengajak kebaikan dan melarang kejahatan.
Islam menjamin
hak beragama(agama samawi yang memiliki kitab suci)seperti yang teraebut dalam
surat al-Baqoroh ayat 256 ”Laa Ikrooha Fiddiin”yang artinya: ”tidak ada paksaan
dalam(menganut)agama”.Tetapi toleransi itu sebatas pengakuan,tidak sampai pada
keyakinan bahwa semua agma sama-sama menuju kebenaran.
Jadi fanatisme
agama adalah naluri manusia yang tidak bisa di pungkiri,sebab ketika kita sudah
masuk suatu agama pasti yakin inilah yang benar.Sesuai paham pluralisme,maka
semua agama harus didudukkan pada posisi yang sejajar,tidak boleh ada yang
mengklaim lebih tinggi,lebih benar,atau lebih benar sendiri.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Islam ASWAJA di
zaman modern ini memiliki banyak kaitan atau hubungan dengan tradisi islam
maupun yang lain,diantaranya mulai dari tradisi islam,politik,budaya,dan
organisasi-organisasi masyarakat,seperti Nahdlatul Ulama’ dan lainnya.Dan di
zaman moderen ini ASWAJA memiliki banyak aliran,dan yang terpenting kita harus
menjaga iman agar tidak terpengaruh dengan aliran lainnya.
Demikian yang bisa saya sampaikan,dari hasil makalah
ini,kami sebagai penyusun makalah ini tentunya masih banyak kekurangan dan jauh
dari kesempurnaan.Dan akhir kata,kami sebagai pemakalah mohon maaf apabila
terdapat banyak kesalahan.
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Imam al-Hafidz Abu Nu’aim.Hilyah
al-Auliya
Fatwa Munas VII Majelis Ulama Indonesia.
Ibnu Taimiyah Syeikhul Islam.Januari
2002.Kaidah Ahlussunnah Wal Jamaah.Penerbit At-tibyan Solo.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Najih
Maimoen H.Muhammad. 6 shafar 1431 H. Ancaman Liberalisme.Salafy-Wahabi.Sekularisme
Terhadap Eksistensi Ahlussunnah Wal Jama’ah.Penerbit: Al-Anwar Semarang.
Siraj Said Aqil.Membumikan ASWAJA
pegangan guru NU,Yogyakarta:Khalista.2012.
Syafi’I Ma’arif,Ahmad.Membidik NU,gama
media.2001.
Najib Burhani Ahmad,Islam dinamis,Jakarta.2001.
RELEFANSI ASWAJA
DAN ISU-ISU DI ZAMAN MODEREN
Makalah
ini Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah : Penulisan Karya
Ilmiah
Dosen
Pengampu : A. Sihabul Millah, M.A
Disusun oleh :
MA’MUNUDDIN (10.13.736)
JURUSAN
TARBIYAH
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH
TINGGI ILMU AL-QUR’AN AN-NUR
YOGYAKARTA
2013