Minggu, 29 Desember 2013

Lirik Lagu Mars An-Nur

Ciptaan : Ust. M. Faisal Batu Bara, S.Pd.I)


                                     Jayalah An-nur Selamanya,
            Untuk Agama Nusa Dan Bangsa ....

Pondok Pesantren An-Nur Islami
Taman Surga Para Generasi Qur’ani
Menjunjung Tinggi Warisan Nabi
Untuk Menggapai Ridho ilahi 2X
            Cetusan Jiwa Oleh Pendirinnya
            Tempat Mengabdi Kepada Agama
            Membina Umat Berbudi Mulya
            Agamis Damai Dan Sejahtera

Reef :
An-Nur Menyiapkan Hafidz Hafidzoh Al-Qur’an
Untuk Menegakkan Kalimatullah 2X
Membentuk Pribadi Yang Berakhlaq Karimah
Untuk Bekal Dunia Dan Akhirat
(Kembali Diulang  Dari Atas)

Jayalah An-nur Selamanya,

Untuk Agama Nusa Dan Bangsa ....

Senin, 23 Desember 2013

Makalah ASWAJA

KARAKTERISTIK AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH
                Karena Ahlussunnah Wal Jama’ah atau yang sering kita sebut dengan ASWAJA tidak lain adalah Ajaran Agama Islam yang  murni sebagaimana dianjurkan dan diamalkan oleh Rasulullah Saw bersama para sahabatnya, maka perwatakan atau karakteristiknya adalah juga karakteristik agama itu sendiri.
Ada tiga kata istilah yang diambil dari al-qur’an dalam menggambarkan ahlussunnah wal jama’ah, yaitu :
1.       At-Tawassut, sikap tengah tengah, sedang sedang,  tidak tatharruf (ekstrim) kekiri ataupun ke kanan. Artinya prinsip ini mengajarkan untuk bersikap tidak terlalu fanatik pada salah satu golongan.
Hal ini diambil dari  firmab Allah Swt. (dari kata Wasathan = وسطاا  )
و كذلك جعلناكم اؤمة وسطاا لتكونوا شهداء على اانا س ويكون الرسول عليكم شهيدا
“Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan)manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian” (QS. Al Baqarah: 143).

                Prinsip dan karakteristik at-Tawassuth yang sudah menjadi karakter islam ini harus diterapkan dalam segala bidang,  supaya agama islam dan sikap serta tingkah laku umat islam selalu menjadi saksi dan pengukur kebenaran bagi semua sikap dan tingkah laku manusia pada umumnya.
2.       Al I’tidal berarti tegak lurus, tidak condong kekana- kananan dan tidak condok kekiri-kirian. Karakter al-i’tidal ini hampir menyerupai karakter at-tawssuth yaitu tidak condong pada satu golongan tertentu.  Karakter ini diambil dari kata al-‘adlu yang berarti keadilan  atau i’diluu yang berarti bersikap adilah.
3.       At-Tawazun, berarti keseimbangan, tidak berat sebelah, tidak kelebihan salah satu unsur atau kekurangan unsur yang lain. Karakter At-Tawazun ini diambil dari kata Al-Waznu  atau al-Mizan yang berarti alat penimbang. Kata ini diambil dari ayat al-qur’an surat Al-Hadid : 25
لقد ارسلنا رسلنا باابينات وانزلنا معهم الكتاب واامزان  ليقوم ااناس با اقسط
“Sungguh, Kami telah mengutus Rasul-Rasul Kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan talah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan Neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan ”





Makalah Tentang Al-Qur'an

BAB I
PENDAHULUAN

Alhamdulillah,puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT,berkat nikmat,taufiq dan hidayah-ny sehingga makalah ini bisa selesai.sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.
Di Indonesia islam masuk dengan cara yang ramah,damai,dan tidak menggunakan kekerasan.Namun demikian belum semua orang yang mengaku islam benar-benar mengerti dan mengamalkan ajaran agamanya dengan baik dan benar.
Dalam rangka pegnembangan dakwah dan menjadikan umat islam mengerti secara mendalam tentang ajaran islam,maka didirikan pondok pesantren.Pondok pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan dan dakwah islam pada zaman sekarang sekaligus pendalaman agama bagi pemeluknya yang secara terarah.Pengajaran di pondok pesantren yang bersumber dari kitab salaf merupakan media pelestarian dan pengalaman ajaran islam ASWAJA.
            Dalam makalah ini kami akan menguraikan tentang relevansi ASWAJA dan isu-isu pada zaman moderen.













BAB II
PEMBAHASAN

A.      RELEVANSI ASWAJA PADA ZAMAN MODEREN
Ahlussunnah Wal Jama’ah atau kepanjangan dari ASWAJA merupakan istilah yang menjadi nama bagi golongan kaum muslimin yang memiliki kesamaan dalam beberapa prinsip dan memiliki kesepakatan dalam beberapa pandangan.Istilah tersebut datangnya dari kalangan ulama’ salaf  yang saleh,sebagaimana kaum muslimin yang mengikuti ajaran islam yang murni dan asli.
Relevansi ASWAJA di zaman moderen yaitu sesuatu yang berhubungan dengan ASWAJA di zaman sekarang.Banyak sekali amaliah-amaliah ASWAJA di zaman moderen ini.Ada beberapa amaliah yang mengenai keterkaitan islam ASWAJA di zaman moderen ini,antara lain:
1.         Tradisi Tahlilan
Tradisi tahlilan adalah sebuah tradisi ritual yang komposisi bacaannya terdiri dari beberapa ayat al-Qur’an,tahlil,tasbih,dan lain-lain.Hal tersebut kadang dilakukan secara bersama-sama kadang dilakukan sendirian.Tradisi ini termasuk tradisi islam ASWAJA di zaman moderen,dan mayoritas dilakukan oleh kalangan orang NU.[1]
2.         Tradisi Yasinan
Tradisi yasinan yaitu tradisi membaca surat yasin yang dilakukan secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri.Tradisi ini biasanya dilakukan setap malam jumat.Tradisi yasinan termasuk  tradisi islam ASWAJA di zaman sekarang.
3.         Tradisi Maulid Nabi
Setiap bulan robi’ul awal atau kalau orang jawa menyebutnya bulan maulid,mayoritas kaum muslimin diberbagai belahan dunia mengadakan perayaan maulid Nabi SAW.Dalam acara tersebut biasanya dibacakan sejarah dan biografi kehidupan Nabi SAW.Syeikh Ibnu Taimiyah berkata dalam kitabnya Iqtida’ al-Shirath al-Mustaqim:
Yang artinya; ’’Jadi mengagungkan maulid dan menjadikan sebagai tradisi tidak jarang dilakukan oleh sebagian orang,dan ia memperoleh pahala yang sangat besar,karena tujuannya baik serta sikapnya yang mengagungkan Rasulullah SAW sebagaimana telah aku jelaskan sebelumnya’’.[2]
4.         Tradisi Manaqiban dan Haul
Manaqiban dan haul adalah tradisi pembacaan biografi dan keutamaan para wali Allah yang menjadi panutan umat.Dalam acara tersebut diawali dengan surat al-Fatihah dan pahalanya dihadiahkan untuk para wali Allah tersebut,serta diselingi pembacaan ayat-ayat al-Qur’an dan zikir.Misalnya tradisi manaqiban Syeikh Abdul Qadir al-Jilaini,pendiri tareqat Qadiriyah.
Di sisi lain para ulama’ juga menjelaskan,bahwa dalam mengenang orang-orang saleh dapat menurunkan rahmat Allah.Al-Imam Sufyan bin Uyainah salah seorang ulama’ salaf dan guru al-Imam Ahmad bin Hambal berkata:
             ‘’Muhammad bin Hasan berkata,aku mendengar Sufyan bin Uyainah berkata,ketika orang-orang saleh dikenang maka rahmat Allah akan turun’’.[3]

B.       HUBUNGAN ISLAM ASWAJA DAN POLITIK DI ZAMAN SEKARANG
Pada kenyataannya sejarah menunjukkan bahwa islam diyakini kebenarannya telah membantu para pemeluknya memahami realitas kehidupan,sehingga realitas dapat sebagai subjek yang memberi corak dalam perubahan dan dinamika bagi islam zaman sekarang.
Hubungan antara agama dan politik dimasa sekarang ini dapat dilihat dan diamati dari kedudukan agama dan perannya dalam kehidupan masyarakat.
Fikrah ASWAJA An-Nahdliyah Di Zaman Sekarang
Perjalanan waktu membawa NU berinteraksi dengan organisasi-organisasi lain yang memiliki karakter dan cara berpikir yang berbeda.Akibatnya warga NU banyak yang kehilangan identitas ke-NU-annya.Banyak orang yang secara formal masih mengatasnamakan warga nahdliyin,tetapi cara berpikirnya tidak lagi mencerminkan karakteristik NU.Oleh karena itu,untuk menjaga nilai-nilai historis dan tetap meneguhkan NU pada garis-garis perjuangannya.
Dalam merespon persoalan yang berkenaan dengan agama maupun kemasyarakatan NU memiliki manhaj[4] ASWAJA sebagai berikut:
a.         fikrah tawasuthiyyah(pola pikir moderat) artinya NU senantiasa bersikap tawazun(seimbang)dan i’tidal(moderat)dalam menyikapi berbagai persoalan.
b.         fikrah tasamuhiyyah(pola pikir toleran)artinya NU dapat berdampingan secara damai dengan pihak yang lain walaupun akidah,cara berpikir dan budayanya berbeda.
   
C.      ISU ASWAJA PADA ZAMAN MODEREN
Dalam  kamus besar bahasa Indonesia isu berarti desas-desus atau masalah untuk di tanggapi.Sedangkan kontemporer berarti masa kini.Jadi,isu kontemporer ASWAJA adalah masalah mengenai Ahlussunnah Wal Jama’ah untuk di tanggapi saat ini.Di antara isu-isu kontemporer tersebut ada 4 macam yang berkaitan dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah saat ini,antara lain:
1.    ASWAJA dan Sekularisme
Sekularisme adalah sesuatu hal yang bersifat duniawi atau kebendaan[5].Jadi sekularisme adalah pemikiran yang memisahkan agama dari kehidupan.Agama hanya urusan ibadah yang terkait kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Karena itulah,selayaknya kita menghadang laju sekularisme dan agen-agen komersialnya dengan menancapkan interpretasi bahwa sejarah adalah bagian dari islam yang punya spesifik selalu relevan dan dinamis mengikuti peradaban manusia.Sentral pendidikan diharapkan bisa melahirkan kader pemikiran islam yang komprehensif.[6]

2.    ASWAJA dan Kapitalisme
Kapitalisme atau kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
Sistem ekonomi islam memiliki pandangan bahwa seluruh harta yang ada di dunia ini sesungguhnya milik Allah SWT,berdasarkan firman Allah yang berarti: ‘’Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakannya kepadamu’’(QS.An-Nur.33).
Dari ayat tersebut dapat di pahami bahwa harta yang diberikan Allah kepada manusia adalah merupakan pemberian dari Allah yang dikuasakan kepadanya.

3.    ASWAJA dan Liberalisme
Dalam kamus besar bahasa Indonesia liberalisme berarti satu aliran ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi.
Paham liberal adalah paham yang memahami nash-nash agama(al-Qur’an dan as-Sunnah)dengan menggunakan akal pikiran yang bebas[7]. Secara sistematis,liberalisasi islam di Indonesia yang sudah dijalankan sejak awal tahun 1970-an,dilakukan serempak melalui tiga bidang penting dalam sejarah islam,yaitu:[8]
a)         Liberalisasi bidang akidah
Liberalisasi akidh islam dilakukan dengan menyebarkan paham pluralisme agama.Jadi menurut penganut paham ini,semua agama adalah jalan yang berbeda menuju Tuhan yang sama.Mereka menyatakan,bahwa agama adalah persepsi relatif terhadap Tuhan yang mutlak.Setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini bahwa agamanya sendiri yang paling benar.
Kaum muslimin telah sepakat untuk bersaksi bahwa tidak ada yang haq kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.Sedangkan apapun yang telah diketahui oleh seorang muslim dan dia mantab terhadapnya,berarti dia telah merasa yakin dengannya,bahwa Allah berkuasa atas apa yang dia kehendaki.[9]

b)        Liberalisasi konsep wahyu al-Qur’an
Liberalisasi islam tidak akan lengkap jika tidak menyentuh aspek al-Qur’an.Maka dari itu  Ahlussunnah Wal Jama’ah mengajarkan bahwa al-Qur’an adalah kalamullah,bahwa al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bebas dari kesalahan.

c)         Liberalisasi bidang syari’ah
Liberalisasi ini menggunakan penyimpangannya,seperti mengharamkan maulid Nabi SAW,sholawatan,zarah kubur,dan lain-lain.



4.    ASWAJA dan Pluralisme
Menurut istilah,pluralisme adalah keadaan masyarakat yang majemuk(bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya),baik dalam agama islam sendiri maupun agama selain islam.Hal ini memunculkan sikap toleransi terhadap agama lain.
Namun situasi di zaman moderen ini menganggap pluralisme memberi pemahaman bahwa pada dasarnya semua agama adalah sama,sama-sama mengajak kebaikan dan melarang kejahatan.
Islam menjamin hak beragama(agama samawi yang memiliki kitab suci)seperti yang teraebut dalam surat al-Baqoroh ayat 256 ”Laa Ikrooha Fiddiin”yang artinya: ”tidak ada paksaan dalam(menganut)agama”.Tetapi toleransi itu sebatas pengakuan,tidak sampai pada keyakinan bahwa semua agma sama-sama menuju kebenaran.[10]
Jadi fanatisme agama adalah naluri manusia yang tidak bisa di pungkiri,sebab ketika kita sudah masuk suatu agama pasti yakin inilah yang benar.Sesuai paham pluralisme,maka semua agama harus didudukkan pada posisi yang sejajar,tidak boleh ada yang mengklaim lebih tinggi,lebih benar,atau lebih benar sendiri.[11]










BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
 Islam ASWAJA di zaman modern ini memiliki banyak kaitan atau hubungan dengan tradisi islam maupun yang lain,diantaranya mulai dari tradisi islam,politik,budaya,dan organisasi-organisasi masyarakat,seperti Nahdlatul Ulama’ dan lainnya.Dan di zaman moderen ini ASWAJA memiliki banyak aliran,dan yang terpenting kita harus menjaga iman agar tidak terpengaruh dengan aliran lainnya.
Demikian yang bisa saya sampaikan,dari hasil makalah ini,kami sebagai penyusun makalah ini tentunya masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan.Dan akhir kata,kami sebagai pemakalah mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan.













DAFTAR PUSTAKA

Al-Imam al-Hafidz Abu Nu’aim.Hilyah al-Auliya
Fatwa Munas VII Majelis Ulama Indonesia.
Ibnu Taimiyah Syeikhul Islam.Januari 2002.Kaidah Ahlussunnah Wal Jamaah.Penerbit At-tibyan Solo.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Najih Maimoen H.Muhammad. 6 shafar 1431 H. Ancaman Liberalisme.Salafy-Wahabi.Sekularisme Terhadap Eksistensi Ahlussunnah Wal Jama’ah.Penerbit: Al-Anwar Semarang.
Siraj Said Aqil.Membumikan ASWAJA pegangan guru NU,Yogyakarta:Khalista.2012.
Syafi’I  Ma’arif,Ahmad.Membidik NU,gama media.2001.
Najib Burhani Ahmad,Islam dinamis,Jakarta.2001.




RELEFANSI ASWAJA DAN ISU-ISU DI ZAMAN MODEREN
Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah             : Penulisan Karya Ilmiah
Dosen Pengampu     : A. Sihabul Millah, M.A


 














Disusun oleh :
MA’MUNUDDIN (10.13.736)



JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI ILMU AL-QUR’AN AN-NUR
YOGYAKARTA
2013



[1] Said Agil Siraj,Membumikan ASWAJA,Pegangan Guru NU,Yogyakarta,Penerbit:Khalista.2012.
[2] Syaikh Ibnu Taimiyah,Iqtida’ al-Shirat al-Mustaqim,Penerbit:At-Tibyan Solo,hlm.297.
[3] Al-Imam al-Hafidz Abu Nu’aim,Hilyah al-Auliya,juz 7,hlm.285.
[4]Manhaj adalah jalan yang akan menghantarkan kepada pengenalan hakekat ilmu melalui kaidah-kaidah umum yang dapat menjaga jalannya akal .
[5]Kamus Besar Bahasa Indonesia.
[6]H.Muh Najih Maimoen,Ancaman Librralisme,Salafi-Wahhaby.Sekularisme Terhadap Eksistensi Ahlussunnah Wal Jama’ah,Penerbit:al-Anwar Serang.6 Shafar 1431 H.hlm.98
[7] Fatwa Munas VII Majelis Ulama Indonesia
[8] H.Muh Najih Maimoen,. Ancaman Liberalisme Salafy-Wahaby.Sekularisme Terhadap Eksistensi Ahlussunnah Wal Jama’ah,Penerbit:al-Anwar Serang.6 Shafar 1431 H.hlm 10
[9] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,Kaidak Ahlussunnah Wal Jama’ah.(At-Tibyan Solo:Januari 2002),hlm.42
[10] H.Muh Najih Maimoen,Ancaman Liberalisme,Salafy-Wahhaby,Sekularisme terhadap Eksistensi Ahlussunnah Wal Jama’ah.Penerbit:al-Anwar Serang.6 Shafar 1431 H,hlm.14
[11]H.Muh Najih Maimoen,Ancaman Liberalisme,Salafy-Wahhaby,Sekularisme terhadap Eksistensi Ahlussunnah Wal Jama’ah,Penerbit:al-Anwar Serang.6 Shafar 1431 H.hlm.21

Rabu, 13 November 2013

RASIONALISME (Filsafat berbasis akal)

Rasionalisme (Filsafat Berbasis Akal) Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah : Filsafat Umum Dosen Pengampu : Drs. Ruba’i,M.Pd Disusun Oleh : Muhammad Tamyiz (13.10.743) PROGRAM TAHSIR HADITS SEKOLAH TINGGI ILMU AL QUR’AN AN NUR BANTUL YOGYAKARTA 2013 BAB I PENDAHULUAN RASIONALISME Aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Manusia, menurut aliran ini memperoleh pengetahuan melalui kegiatan akal menangkap obyek. Orang mengatakan bapak aliran ini ialah Rene Descrates (1596-1650) ini benar, akan tetapi, sesungguhnya paham seperti ini sudah ada jauh sebelum itu. Orang-orang Yunani kuno telah meyakini juga bahwa akal adalah alat dalam memperoleh pengetahuan yang benar, lebih-lebih pada Aristoteles. Rasionalisme tidak mengingkari kegunaan indera dalam memperoleh pengetahuan, pengalaman indera diperlukan untuk merangsang akal dan memberikan bahan-bahan yang menyebabkan akal dapat bekerja.akan tetapi untuk sampainya manusia pada kebenaran adalah semata-mata dengan akal. Kerjasama empirisme dan rasionalisme atau rasionalisme dan empirisme inilah yang melahirkan metode sains (science, method), dan dari metode inilah lahirlah pengetahuan sains ( scientific knowledge) yang dalam bahasa Indonesia sering disebut pengetahuan ilmiah atau ilmu pengetahuan BAB II PEMBAHASAN A. Bapak Descartes “cogito ergo sum” Rene Descartes lahir di kota La Haye Totiraine, Perancis pada tanggal 31 Maret tahun 1596 M. Dalam literatur berbahasa latin dia dikenal dengan Renatus Cartesius. Rene Descartes selain merupakan seorang filosof, dia juga seorang matematikawan Perancis. Beliau meninggal pada tanggal 11 februari 1650 M di Swedia di usia 54 tahun. Kemudian jenazahnya dipindah ke Perancis pada tahun 1667 M dan tengkoraknya disimpan di Museum D’historie Naturelle di Paris. Rene Descartes dikenal sebagai Bapak Filsafat Modern. Menurut Bertnand Russel, memang benar. Gelar itu diberikan kepada Descartes karena dialah orang pertama pada zaman modern yang membangun filsafat yang berdiri atas keyakinan diri sendiri yang dihasilkan oleh pengetahuan rasional. Dialah orang pertama pada akhir abad pertengahan yang menyusun argumentasi yang kuat yang dictinct, yang menyimpulkan bahwa dasar filsafat adalah akal, bukan perasaan, bukan iman, bukan ayat, serta bukan yang lainnya. Disamping seorang tokoh rasionalime, Descartes pun merupakan seorang filsuf yang ajaran filsafatnya sangat populer, kerna pandangannya yang tidak pernah goyah, tentang kebenaran tertinggi berada pada akal atau rasio manusia. Rene Descartes seorang filsuf yang tidak puas dengan filsafat Skolastik yang pandangan-pandangannya saling bertentangan, dan tidak ada kepastian disebabkan oleh miskinya metode berfikir yang tepat. Descartes mengemukakan metode baru yaitu metode keragu-raguan. Jika orang ragu terhadap segala sesuatu, dalam keragu-raguan itu, jelas ia sedang berfikir. Sebab, yang sedang berfikir itu tentu ada dan jelas terang-benderang.Cogito ergo sum (saya berfikir, maka saya ada). Rasio merupakan sumber kebenaran. Hanya rasio sajalah yang dapat membawa orang paa kebenaran. Yang benar hanyalah tindakan akal yang terang benderangyang disebutnyaIdeas Claires el Distinces (pikiran yang terang benderang dan terpilah-pilah). Idea terang benderang ini pemberian tuhan sebelum orang dilahirkan (ida inate : ide bawaan). Sebagai pemberian Tuhan, maka tak mungkin tak benar. Begitu juga tentang metode cara menemukan kepastian yag ia kemukakan dalam ungkapan Cogito ergo sum ( saya berfikir, maka saya ada). Selain itu juga tentang pendapat Descares yang mengatakan bahwa roh pada jiwa pada hakikatnya berbeda dengan benda. Sifat asasi roh adalah pemikiran, sedang asasi benda adalah keluasan. Kemudian pokok pemikiran descartes adalah ” Cogito ergo sum” Cogito Ergo Sum atau yang lebih dikenal dengan “aku berfikir maka aku ada” merupakan sebuah pemikiran yang ia hasilkan melalui sebuah meditasi keraguan yang mana pada awalnya Descartes digelisahkan oleh ketidakpastian pemikiran Skolastik dalam menghadapi hasil-hasil ilmu positif renaissance. Oleh karena itu untuk memperoleh kebenaran pasti Descartes memepunyai metode sendiri. Itu terjadi karena Descartes berpendapat bahwa dalam mempelajari filsafat diperlukan metode tersendiri agar hasil-hasilnya benar-benar logis. Cogito dimulai dari metode penyangsian. Metode penyangsian ini dijalankan seradikal mungkin. Oleh karenanya kesangsian ini harus meliputi seluruh pengetahuan yang dimiliki, termasuk juga kebenaran-kebenaran yang sampai kini dianggap pasti (misalnya bahwa ada suatu dunia material, bahwa saya mempunyai tubuh, bahwa tuhan ada). Kalau terdapat suatu kebenaran yang tahan dalam kasangsian yang radikal itu, maka itulah kebenaran yang sama sekali pasti dan harus dijadikan fundamen bagi seluruh ilmu pengetahuan. Dan Descartes tidak dapat meragukan bahwa ia sedang berfikir. Maka, Cogito ergo sum: saya yang sedang menyangsikan,ada. Itulah kebenaran yang tidak dapat disangkal, betapa pun besar usahaku. Jadi, hanya yang saya mengerti dengan jelas dan terpilah-pilah harus diterima sebagai benar. Itulah norma untuk menentukan kebenaran. B. Tokoh-tokoh Rasionalisme : Leibniz, Spinoza a. G.W. Leibniz Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) adalah seorang berkebangsaan Jerman, tetapi ia menulis karya-karyanya dalam bahasa Latin dan Perancis. Ia adalah seorang sarjana ensiklopedis yang menguasai seluruh lapangan pengetahuan yang dikenal waktu itu. Menurut Leibniz terdapat banyak substansi, yang jumlahnya tak terhingga. Ia menamakan substansi sebagai “Monade”. Menurut dia monade-monade tidak bersifat jasmani dan tidak dapat dibagi-bagi. Jiwa merupakan suatu monade, tetapi juga materi terdiri dari banyak monade. Dalam suatu kalimat yang kemudian terkenal ia mengatakan: “Monade-monade tidak mempunyai jendela-jendela, tempat sesuatu bias masuk atau keluar.” Itu berarti bahwa semua monade harus dianggap tertutup, sebagimana “cogito”, atau kesadaran yang hanya mengenal dirinya dan idea-idea yang ada padanya sedangkan yang lainnya dikenal secara tidak langsung melalui idea-idea tersebut. b. Spinoza Baruch De Spinoza (1632-1677) lahir di Amsterdam. Orang tuanya adalah orang Yahudi yang berpindah dari Portugal ke Belanda. Ia sangat mengutamakan kebebasan pemikiran, juga dalam bidang agama. Oleh karena itu ia dikucilkan dari umat Yahudi dan harus meninggalkan kota Amsterdam. Bukunya yang paling penting “Ethica, ordine geometrico demonstrate (Etika yang dibuktikan dengn cara gemetris)” baru diterbitkan setelah ia meninggal. Menurut Spinoza hanya ada satu substansi, yaitu Allah. Dan satu substansi itu meliputi baik dunia maupun manusia. Itulah sebabnya pendirian Spinoza ini disebut panteisme, Allah disamakan dengan segala sesuatu yang ada. Ia beranggapan pula bahwa satu substansi itu mempunyai ciri yang tak terhingga jumlahnya dan setiap ciri mengekspresikan hakekat Allah seluruhnya. Tetapi kita hanya mengenal dua ciri saja: pemikiran dan keluasaan. Pada manusia, kedua ciri tersebut terdapat bersama-sama pemikiran (jiwa) dan serentak juga keluasaan (tubuh). Karena itulah buat Spinoza tidak lagi sesuatu persoalan mengenai hubungan jiwa dengan tubuh, karena jiwa dan tubuh hanya merupakan dua aspek yang menyangkut substansi yang sama. Sebenarnya tidak pernah dalam sejarah filsafat kesatuan manusia begitu sangat ditekankan seperti pada Spinoza. C. Pengetahuan menurut rasionalisme Dalam pembahasan tentang suatu teori pengetahuan, maka Rasionalisme menempati sebuah tempat yang sangat penting. Paham ini dikaitkan dengan kaum rasionalis abad ke-17 dan ke-18, tokoh-tokohnya ialah Rene Descartes, Spinoza, leibzniz, dan Wolff, meskipun pada hakikatnya akar pemikiran mereka dapat ditemukan pada pemikiran para filsuf klasik misalnya Plato, Aristoteles, dan lainnya. Paham ini beranggapan, ada prinsip-prinsip dasar dunia tertentu, yang diakui benar oleh rasio manusi. Dari prinsip-prinsip ini diperoleh pengetahuan deduksi yang ketat tentang dunia. Prinsip-prinsip pertama ini bersumber dalam budi manusia dan tidak dijabarkan dari pengalaman, bahkan pengalaman empiris bergantung pada prinsip-prinsip ini. Prinsip-prinsip tadi oleh Descartes kemudian dikenal dengan istilah substansi, yang tak lain adalah ide bawaan yang sudah ada dalam jiwa sebagai kebenaran yang tidak bisa diragukan lagi. Ada tiga ide bawaan yang diajarkan Descartes, yaitu: 1. Pemikiran; saya memahami diri saya makhluk yang berpikir, maka harus diterima juga bahwa pemikiran merupakan hakikat saya. 2. Tuhan merupakan wujud yang sama sekali sempurna; karena saya mempunyai ide “sempurna”, mesti ada sesuatu penyebab sempurna untuk ide itu, karena suatu akibat tidak bisa melebihi penyebabnya. 3. Keluasaan; saya mengerti materi sebagai keluasaan atau ekstensi, sebagaimana hal itu dilukiskan dan dipelajari oleh ahli-ahli ilmu ukur. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari apa yang telah kami uraikan diatas maka kami dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Rasionalisme adalah paham yang mengangap bahwa pikiran dan akal merupakan dasar satu-satunya untuk memecahkan kebenaran lepas dari jangkauan indra 2. descartes, spinoza dan Leibniz mereka adalah tokoh besar dalam filsafat rasionalisme. 3. Resionalisme ada dua macam: dalam bidang agama dan dalam bidang filsafat. Dalam bidang agama rasionalisme adalah lawan autoritas. Dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan empirisme. DAFTAR PUSTAKA  Ahmad Tafsir,Filsafat Umum,Bandung,PT Remaja Rosdakarya,2000.  Asmoro Achmad,Filsafat Umum,Jakarta,PT RajaGrafindo Persada,1995.  http://www.academia.edu/4132542/Rasionalisme  http://adipustakawan01.blogspot.com/2013/06/rasionalisme-dan-empirisme.html  http://research.amikom.ac.id/index.php/AKM/article/view/719

Senin, 14 Oktober 2013

Kata kata mutiara

1. “Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia” – Nelson Mandela
2. “Jika anda mendidik seorang pria, maka seorang pria akan terdidik. Tapi jika anda mendidik seorang wanita, sebuah generasi akan terdidik” – Brigham Young
3. “Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya” – Mahatma Gandhi
4. “Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini” – Malcolm X
5. “Seseorang yang berhenti belajar adalah orang lanjut usia, meskipun umurnya masih remaja. Seseorang yang tidak pernah berhenti belajar akan selamanya menjadi pemuda” -Henry Ford
6. “Berikan seorang pria semangkuk nasi dan Anda akan memberinya makanan untuk sehari. Ajarkan seorang pria memelihara padi dan Anda akan memberinya makanan seumur hidup” – Confusius
7. “Pendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong. Pendidikan adalah proses menyalakan api pikiran” – W.B. Yeats
8. “Tujuan dari belajar adalah terus tumbuh. Akal tidak sama dengan tubuh, akal terus bertumbuh selama kita hidup” – Martimer Adler
9. “Jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak akan mendapatkannya. Jika kamu tidak bertanya maka jawabannya adalah tidak. Jika kamu tidak melangkah maju, kamu akan tetap berada di tempat yang sama” – Nora Roberts
10. “Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus” – Arthur Wellesley
11. “Belajar layaknya mendayung ke hulu; Jika tidak maju, maka akan terhanyut ke bawah” – NN
12. “Pengetahuan yang benar tidak diukur dari seberapa banyak Anda menghafal dan seberapa banyak yang mampu Anda jelaskan, melainkan, pengetahuan yang benar adalah ekspresi kesalehan (melindungi diri dari apa yang Allah larang dan bertindak atas apa yang Allah amanatkan) – diriwayatkan oleh Abu Na’im
13. “Jika seseorang bepergian dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah akan menjadikan perjalanannya seperti perjalanan menuju surga” – Nabi Muhammad SAW
14. “Pendidikan setingkat dengan olahraga dimana memungkinkan setiap orang untuk bersaing” – Joyce Meyer
15. “Pembelajaran tidak didapat dengan kebetulan. Ia harus dicari dengan semangat dan disimak dengan tekun” – Abigail Adams
16. “Berpikir adalah kegiatan tersulit yang pernah ada. Oleh karena itu hanya sedikit yang melakukannya” – Henry Ford
17. “Agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh.” – Albert Einstein
18. “Belajar memang bukan satu-satunya tujuan hidup kita. Tetapi kalau itu saja kita tidak sanggup atasi, lantas apa yang akan kita capai” – Shim Shangmin
19. “Sekolah maupun kuliah tidak mengajarkan apa yang harus kita pikirkan dalam hidup ini. Mereka mengajarkan kita cara berpikir logis, analitis dan praktis.” – Azis White
20. “Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan” – Mario Teguh
21. “Adalah baik untuk merayakan kesuksesan, tapi hal yang lebih penting adalah untuk mengambil pelajaran dari kegagalan” – Bill Gates
22. “Jangan pernah berhenti untuk terus belajar, karena dari belajar kamu tidak pernah kehabisan akal.” – AnakUnsri.com
23. ”Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas” – Ali Bin Abi Thalib RA.
24. ”If you want to get laid, go to college. If you want an education, go to the library” – Frank Zappa
25. ”Ilmu itu di dapat dari lidah yg gemar bertanya dan akal yg suka berpikir”. – Abdullah bin Abbas
26. ”Education is the ability to listen to almost anything without losing your temper or your self-confidence.” – Robert Frost
27. ”Education: the path from cocky ignorance to miserable uncertainty.” – Mark Twain
28. S.T.U.D.Y = Singing, Tweeting, Unlimited Texting, Dreaming, Yawning!
29. Seseorang dengan wawasan yang cukup untuk mengakui kekurangannya berada paling dekat dengan kesempurnaan
30. Pengetahuan ditingkatkan dengan belajar; kepercayaan dengan perdebatan; keahlian dengan latihan & cinta dengan kasih sayang.