KARAKTERISTIK AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH
Karena Ahlussunnah Wal
Jama’ah atau yang sering kita sebut dengan ASWAJA tidak lain adalah Ajaran
Agama Islam yang murni sebagaimana
dianjurkan dan diamalkan oleh Rasulullah Saw bersama para sahabatnya, maka perwatakan
atau karakteristiknya adalah juga karakteristik agama itu sendiri.
Ada tiga kata istilah yang diambil dari al-qur’an dalam menggambarkan
ahlussunnah wal jama’ah, yaitu :
1. At-Tawassut, sikap tengah tengah, sedang sedang, tidak tatharruf (ekstrim) kekiri
ataupun ke kanan. Artinya prinsip ini mengajarkan untuk bersikap tidak terlalu
fanatik pada salah satu golongan.
Hal ini diambil dari firmab Allah Swt. (dari kata Wasathan = وسطاا )
و كذلك جعلناكم اؤمة وسطاا لتكونوا شهداء على اانا س ويكون
الرسول عليكم شهيدا
“Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat
islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran
penilaian) atas (sikap dan perbuatan)manusia umumnya dan supaya Allah SWT
menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian” (QS.
Al Baqarah: 143).
Prinsip
dan karakteristik at-Tawassuth yang sudah menjadi karakter islam ini harus
diterapkan dalam segala bidang, supaya
agama islam dan sikap serta tingkah laku umat islam selalu menjadi saksi dan
pengukur kebenaran bagi semua sikap dan tingkah laku manusia pada umumnya.
2. Al I’tidal berarti tegak lurus, tidak condong kekana- kananan
dan tidak condok kekiri-kirian. Karakter al-i’tidal ini hampir menyerupai
karakter at-tawssuth yaitu tidak condong pada satu golongan tertentu. Karakter ini diambil dari kata al-‘adlu
yang berarti keadilan atau
i’diluu yang berarti bersikap adilah.
3. At-Tawazun, berarti keseimbangan, tidak berat sebelah, tidak
kelebihan salah satu unsur atau kekurangan unsur yang lain. Karakter At-Tawazun
ini diambil dari kata Al-Waznu
atau al-Mizan yang berarti alat penimbang. Kata ini
diambil dari ayat al-qur’an surat Al-Hadid : 25
لقد ارسلنا رسلنا باابينات وانزلنا معهم الكتاب
واامزان ليقوم ااناس با اقسط
“Sungguh, Kami telah mengutus
Rasul-Rasul Kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan talah Kami
turunkan bersama mereka al-Kitab dan Neraca (penimbang keadilan) supaya manusia
dapat melaksanakan keadilan ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar